Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat

AQUA Grup, Yayasan Pelangi dan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta Gelar Kompetisi Bank Sampah dan Teknologi Tepat Guna Daur Ulang Sampah


published on July 05, 2017

JAKARTA, 13 Juni 2017 – Puluhan sekolah di Jakarta mengikuti Kompetisi Bank Sampah dan Teknologi Pengelolaan Sampah Tepat Guna yang pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia untuk tingkat SD, SMP dan SMA  di Provinsi DKI Jakarta.  Kegiatan yang dilaksanakan melalui kerja sama antara AQUA Grup, Yayasan Pelangi dan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta ini untuk mensosialisasikan kegiatan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sampah sejak dari sumbernya.  Selain itu, kompetisi ini untuk  menggali potensi siswa SMA dalam menciptakan inovasi teknologi tepat guna daur ulang sampah.

Direktur Pembangunan Berkelanjutan Grup Danone di Indonesia, Karyanto Wibowo, mengatakan bahwa dengan  kompetisi ini, siswa didorong untuk aktif terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.  “Kompetisi ini juga sebagai bentuk motivasi agar para siswa semakin terpacu dalam melakukan kegiatan pengelolaan sampah.  Kami juga harapkan mereka dapat menginspirasi lingkungannya untuk melakukan hal yang sama,” jelas Karyanto.   

Karyanto menjelaskan bahwa kompetisi ini dibagi menjadi dua, yaitu Bank Sampah dan Teknologi Pengelolaan Sampah Tepat Guna.  Menurut Karyanto, bank sampah memainkan peran penting karena bisa memfasilitasi sekolah untuk secara mandiri mengelola sampah di lingkungannya. Oleh sebab itu, penting untuk mengapresiasi bank sampah yang secara berkesinambungan telah mengelola sampah  di  lingkungan sekolah.  “Ini sebagai bentuk motivasi agar semakin terpacu dalam melakukan kegiatan pengelolaan sampah,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa proses pengelolaan sampah yaitu 3R dapat didukung dengan teknologi praktis dan tepat guna.   "Teknologi praktis dan tepat guna yang dapat diaplikasikan di sumber sampah sangat dibutuhkan untuk mendukung program 3R ini" ujar Karyanto. 

Menjelaskan lebih lanjut mengenai kompetisi ini, Direktur Program Yayasan Rumah Pelangi, El Hilal mengatakan, “Kriteria umum untuk  bank sampah yang mengikuti kompetisi ini adalah mempunyai kepengurusan aktif dan secara rutin melakukan kegiatan pengelolaan sampah. Sementara untuk teknologi tepat guna, kriteria yang ditetapkan adalah inovasi, originalitas dan  potensinya untuk diaplikasikan,” ujar El Hilal

El Hilal mengungkapkan, beragam inovasi kreatif teknologi daur ulang sampah berhasil dijaring melalui ajang ini. Diantaranya, ungkap Hilal, SMAN 27 dengan inovasi “Lumieres Decoratives”, SMAN 38 “Clock Made from Plastic and Styrofoam (Clo'maplast)”, SMKN 26 “Bahan Bakar Plastik /Phyrolisis”, SMKN 1 “Waste Enumator”, SMKN 63 “Blocking Compost”, dan SMAN 20 “Mobil Remote Control Vacum Cleaner.”
“Semoga program ini dapat memberikan motivasi kepada sekolah lain untuk mengembangan inovasi teknologi praktis daur ulang sampah yang dapat diaplikasikan dalam keseharian,” kata Hilal.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan “Kami sangat mengapresiasi kegiatan kompetisi ini karena merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara berbagai pemangku kepentingan dalam pengurangan sampah”.   Adji mengungkapkan bahwa  pengelolaan sampah terdiri dari 2 (dua) kegiatan besar, yaitu pengurangan dan penanganan. “Penanganan sampah ketika sampah sudah timbul itu tugas kami, pasukan orange. Namun, pengurangan sampah membutuhkan peran bersama, pemerintah dan masyarakat,” katanya.

 “Hal yang tidak kalah penting dari teknologi adalah membangun kesadaran masyarakat untuk secara gotong royong terlibat dalam kegiatan pengurangan sampah dari sumbernya. Sekolah merupakan tempat yang tepat dan sangat strategis untuk menanamkan mindset bijak mengelola sampah sejak dini. Selain itu, terdapat ribuan sekolah di Jakarta, jika semua terlibat aktif melakukan pengelolaan sampah, maka ratusan ton sampah per hari dapat didaur ulang dan tidak berakhir di Tempat Pengolahan Akhir (TPA). “Sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui dengan program ini. Keren,” kata Adji.

AQUA Grup, merupakan Perusahaan yang secara aktif terlibat dalam pengelolaan sampah. Secara bertahap, Perusahaan ini melakukan inovasi desain untuk mengurangi bobot botol plastik dalam upayanya untuk mengurangi timbulan sampah.  Selain itu, juga dilanjutkan dengan menghilangkan segel plastik  dari seluruh kemasan. Proses reuse dilakukan dengan menerapkan sistem tukar galon kosong dan proses regrain untuk mendaur ulang kemasan galon yang sudah tidak layak pakai.  Produk label  juga telah diubah dari bahan PVC menjadi BOPP yang lebih ramah lingkungan karena bisa didaur ulang

Selain itu, AQUA Grup mengembangkan Recycling Business Unit (RBU).  RBU ini merupakan model sosial bisnis daur ulang botol plastik. Sebanyak 44 orang bekerja, yang mayoritas bekas pemulung,  mengelola sampah botol plastik menjadi plastik cacahan yang kemudian menjadi bahan baku untuk produk baru seperti dakron, geotekstil, tali pengikat dan sebagainya.   Proses pengumpulan sampah botol plastik melalui bank sampah untuk kemudian diolah kembali  di RBU.

 

Fact Sheet

BANK SAMPAH

Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pendaurulangan sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti layaknya menabung di bank.

A. WAKTU PELAKSANAAN, PENILAIAN PROGRAM, DAN PENGUMUMAN APRESIASI PROGRAM

1. Waktu Pelaksanaan program dimulai pada pertengahan Desember 2016 – Mei 2017

2. Penilaian  Program akan dilaksanakan oleh Pendamping program mulai bulan Akhir 2017.

3. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada Pertengahan Juni 2017

4. Pada acara pengumuman penerima apresiasi para peserta wajib membawa pengurus / nasabah bank sampah minimal 10 orang per Bank Sampah.

 

B. INDIKATOR PENILAIAN PROGRAM

1. Kelembagaan Program

a. Adanya struktur organisasi pengurus Bank Sampah

b. Adanya pengakuan eksistensi Bank Sampah dari pemerintah daerah setempat (sk Kelurahan)

2. Nasabah

Prosentase antara jumlah nasabah dengan jumlah siswa yang ada di sekolah tersebut

3. Serapan Sampah

Jumlah serapan sampah selama masa program melalui pelaporan yang dikirimkan ke penyelenggara / pendamping

4. Pengembangan Bank Sampah

a. Sektor usaha

b. Sektor komunikasi (pengembangan berbasis social media dan atau hal lain dalam mengkomunikasikan eksistensi Bank Sampah kepada pihak internal ataupun eksternal)

c. Sektor lingkungan  / pendidikan / kesehatan

i. Penghijauan (taman/kebun)

ii. Daur ulang

iii. Pendidikan

iv. Kesehatan

 

C. HADIAH APRESIASI

1. Hadiah Apresiasi Bank Sampah Tingkat SD

i. Hadiah Apresiasi I sebesar    Rp. 7,500,000,- dan piagam penghargaan

ii. Hadiah Apresiasi II sebesar   Rp.5,000,000,-dan piagam penghargaan

iii. Hadiah Apresiasi III sebesar  Rp.2,500,000,-  dan piagam penghargaan

2. Hadiah Apresiasi Bank sampah Tingkat SMP

i. Hadiah Apresiasi I sebesar    Rp. 7,500,000,- dan piagam penghargaan

ii. Hadiah Apresiasi II sebesar   Rp.5,000,000,-dan piagam penghargaan

iii. Hadiah Apresiasi III sebesar  Rp.2,500,000,-  dan piagam penghargaan